Wako Pariaman ikuti live di Padang TV dengan tema “Dilema Normal Baru di Sumatera Barat”

Kominfo Kota Pariaman — Walikota Pariaman Genius Umar ikuti live diskusi di Padang TV, Jum’at malam (12/6/2020). Acara yang digelar selama 2 jam 15 menit ini berlangsung dari pukul 22.00 sampai pukul 22.15 WIB di Studio Padang TV, Lubuk Buaya, Koto Tangah, Kota Padang.

Diskusi dalam program Televisi Padang TV,  Advokat Sumbar Berbicara dengan tema “Dilema Normal Baru di Sumatera Barat” ini diikuti oleh Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, Walikota Pariaman, Genius Umar, Dekan FKM Unand Padang, yang juga Ketua PAEI Sumbar,  Defriman Djafri, PHD, Ketua Komisi II DPRD Sumbar, Arkadius Dt Intan Bano, Mantan Bupati Tanah Datar 2005-2015, Sadhig Pasadiqoe, dan dipandu oleh Nashrian Bahzrein.

Dalam diskusi ini membahas tentang kesiapan Provinsi, Kabupaten dan Kota di Sumbar dalam melaksanakan New Normal, dimana saat ini Provinsi Sumatera Barat merupakan satu dari 4 daerah yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat untuk mulai melaksanakan “New Normal”, dimana daerah lainya yaitu Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat, dan Provinsi Gorontalo.

“Kota Pariaman saat ini sudah tidak ada lagi pasien positif Covid-19, dan kita juga sudah mulai melengkapi kesiapan untuk memasuki fase new Normal ini, dimana kita membiasakan diri untuk menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

“Kita tahu wabah Covid-19 ini belum berakhir, dan kita tidak tahu kapan akan berakhirnya, apakah 1 tahun, 2 tahun atau kapan kita tidak tahu, karena itu kita mesti membentengi diri kita untuk dengan selalu menjaga kesehatan dalam menjalankan protokol kesehatan, seperti selalu memakai masker bila keluar rumah, membiasakan mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak (phisical distancing),’ ungkapnya lebih lanjut.

Genius juga menjelaskan bagaimana tim gugus tugas Kota Pariaman bersama instansi vertical dan masyarakat, saling berupaya untuk mematuhi segala peraturan yang ada dalam menghadapi fase New Normal atau juga Tatanan Normal Baru Produktif Dan Aman (TNBPA) Covid-19.

“Saat kita kemaren menerapkan PSBB agar penyebaran virus ini tidak meluas, tetapi sektor ekonomi dan aktifitas masyarakat kita terpuruk, untuk itu, dengan kita menerapkan tatanan normal baru ini,  kita berupaya untuk mengembalikan kembali perekonomian kita yang hampir 3 bulan lebih anjlok, agar dapat normal kembali, tetapi tetap dalam koridor protokol kesehatan,” tukasnya.

“Kita Pemerintah akan selalu membuat formula kebijakan yang akan bermanfaat bagi masyarakat, dimana Kota Pariaman telah menyalurkan jaring pengaman sosial untuk masyarakat Kota Pariaman, yang mana tahap pertama sudah selesai semua dibagikan dan sekarang sudah memasuki tahap kedua penyaluranya, dan Pemko Pariaman mendapat apresiasi dari Menteri PDTT,” ulasnya.

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Wako Pariaman,  Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengingatkan bahwa dengan telah ditunjuknya Provinsi Sumatera Barat sebagai satu dari 4 daerah yang menjalankan New Normal agar hal ini dapat didukung bersama

“Kita berupaya untuk kembali menjalankan roda perekonomian kita yang kemaren sempat terpuruk, dengan adanya kita terapkan TNBPA bebas Covid-19, kita berupaya untuk mengedukasi masyarakat, agar memahami protokol kesehatan sebagai budaya baru yang mesti kita terapkan,” ujarnya.

“Ayo kita bangkit untuk kembali beraktifitas seperti semula, kita berharap bukan New Normal, tetapi kehidupan yang normal sebelum wabah Covid-19 ini menyerang, tetapi kita butuh kesadaran masyarakat untuk mematuhinya, karena tanpa itu, apa yang kita harapkan tidak akan tercapai,” tutupnya.

Dalam penjelasan Dekan FKM Unand Padang, yang juga Ketua PAEI Sumbar,  Defriman Djafri, PHD, emngatakan bahwa ada 3 variabel, yang bisa dijadikan acuan untuk memasuki New Normal, variabel kajian epidemiologi dimana angka pasien positif yang terus berkurang yang ratio nya sudah di bawah 1 persen, varibel kesiapan sistem kesehatan di masing-masing daerah yang memadai dan variabel terakhir adalah kesadaran masyarakat terkait mematuhi protokol kesehatan.

“Kita tidak menginginkan dengan dibukanya semua aktifitas saat ini, terjadinya gelombang kedua penularan Covid-19 ini, karena itu perlunya kesiapan pemerintah untuk mempersiapkan sarana dan pra sarana penunjang untuk itu, karena saat ini belum ada vaksin untuk virus corona ini, dan satu-satunya vaksin adalah kesadaran masyarakat mematuhi protokol kesehatan agar penyebaran virus ini tidak meluas dan semakin banyak,” terangya mengakhiri. (J)

Related Posts

Pemko Pariaman Ikuti Vidcon Rakor Terbatas Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi Penanggulangan Pandemi Covid-19

Kominfo Kota Pariaman — Pemerintah Kota Pariaman mengikuti Video Confrence tentang Rapat Koordinasi (Rakor) Terbatas PengadaanRead More

Mardison Mahyuddin Apresiasi Kinerja Para Medis Tangani Pandemi Covid-19 di Kota Pariaman

Kominfo Kota Pariaman — Pemerintah Kota Pariaman memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran kesehatan paraRead More

GOW Kota Pariaman Gelar Gebrak Masker, Bagikan 1.000 Masker kain ke Pasar Pariaman

Kominfo Kota Pariaman — GOW (Gabungan Organisasi Wanita) Kota Pariaman Gelar Gebrak Masker, Bagikan 1.000 maskerRead More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *