Mardison Ajak Seluruh Pemangku Kepentingan Dan Masyarakat Untuk Lakukan Swab

Mardison Ajak Seluruh Pemangku Kepentingan Dan Masyarakat Untuk Lakukan Swab

Kominfo Kota Pariaman – Dalam tujuan memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Kota Pariaman, Pemko Pariaman telah mengeluarkan intruksi tentang percepatan penemuan kasus baru dan pelacakan kontak kasus covid-19 di Kota Pariaman.

Wawako Mardison Mahyuddin, disela-sela kegiatannya, Kamis (27/8/2020) mengatakan, intruksi ini bertujuan sebagai upaya tracking terhadap pasien-pasien yang telah dinyatakan positif yang tersebar di wilayah Kota Pariaman baik itu melalui kluster Polres Pariaman, yang baru pulang dari daerah zona merah ataupun kluster lainnya.

Terkhusus kepada ASN Pemko Pariaman, baik itu PNS ataupun Non-PNS diwajibkan untuk melakukan tes swab ini yang akan berlangsung hingga 2 September 2020 mendatang.

Dan juga, sambung Mardison, menghimbau peran Camat, Kepala Desa/Lurah se-Kota Pariaman bersama niniak mamak dan pemuka adat, organisasi kemasyarakatan untuk melakukan tes swab ini dan mengajak masyarakat melakukan pemeriksaan swab gratis yang dilaksanakan di kawasan Rumah Tabuik disamping Kantor Balaikota Pariaman.

” Jangan hanya kita memvonis orang yang terdampak virus covid-19, tapi ayo kita saling menyadari bahwa kesehatan itu penting, dan penting secara sadar untuk memeriksakan kesehatan dengan melakukan tes swab ini, karena dengan memeriksakan diri untuk melakukan tes swab berarti kita sayang akan keluarga dan orang-orang terdekat kita,” ujar Mardison.(Fadli)

 

Hasil Tes Swab 59 Pegawai Pemko Pariaman Keluar, Semua Negatif.

Hasil Tes Swab 59 Pegawai Pemko Pariaman Keluar, Semua Negatif.

Kominfo Kota Pariaman — Sehubungan dengan adanya Satu orang ASN (Aparatur Sipil Negara) Sekretariat Daerah Kota Pariaman yang terkonfirmasi positif, Walikota Pariaman, Genius Umar menginstruksikan seluruh jajaran Pegawai Pemko Pariaman untuk dilakukan tes swab.

Hasil tes swab 59 pegawai Pemko Pariaman telah keluar, semuanya Negatif. Hal tersebut disampaikan beliau ketika dihubungi via handphone terkait meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Pariaman, apalagi ada salah satu anggotanya yang telah terpapar virus corona ini.

“Alhamdulillah, setelah dilakukan uji sample di Fakultas Kedokteran Laboratorium UNAND, mereka mengeluarkan hasilnya dengan nomor surat 815/08/PDRPI-FK/2020 tertanggal 26 Agustus 2020, dimana sebanyak 59 ASN dan non ASN yang diambil swab pada hari senin yang lalu, kesemuanya hasilnya negatif,” tukas Genius.

Pemeriksaan tes swab jajaran Pemerintah Kota Pariaman ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Pariaman secara berkala hingga beberapa hari ke depan. Untuk tes swab pertama dilaksanakan pada hari senin yang lalu (24/8).

“Pengambilan tes swab ini, sebagai langkah antisipasi kita untuk memutus penularan di jajaran Pemerintah Kota Pariaman, apalagi yang positif tersebut adalah dilingkungan kantor Balaikota Pariaman,” ujarnya.

Genius menghimbau kepada pegawai Pemko Pariaman, baik ASN maupun non ASN, untuk jangan takut diambil swab karena kita tidak tau apakah tubuh kita juga tertular dari pasien positif tersebut, ulasnya.

ia juga menginstruksikan untuk pengambilan swab di jajaran Pemko Pariaman ini agar dapat diikuti oleh seluruh pegawai ASN, non ASN, serta mahasiswa magang yang bertugas di Pemko Pariaman, jelasnya.

“Setelah hasil Lab keluar dengan hasil Negatif ini, kita tetap terus mengambil swab sebanyak-banyaknya, sehingga kita akan mendapatkan data yang akurat dan pasti tentang semua pegawai yang ada di jajaran Pemko Pariaman,” tuturnya lebih lanjut.

“Untuk pemeriksaan tes swab selanjutnya, dimulai pada hari ini sampai tanggal 2 September mendatang di Balaikota Pariaman, dan kita berharap dan berdoa, agar tidak ada lagi yang terkonfirmasi positif tertular Covid-19 di jajaran Pemko Pariaman ini,” tutupnya. (J)

Pemko Pariaman Kembali Berlakukan WFH Bagi ASN

Pemko Pariaman Kembali Berlakukan WFH Bagi ASN

Kominfo Kota Pariaman—Pemerintah Kota Pariaman kembali menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (work from home) bagi aparatur sipil negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kota Pariaman. Kebijakan itu ditempuh menyusul lonjakan kasus Covid-19 di Kota Pariaman.

Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin mengatakan, pemberlakuan WFH dilaksanakan karena kembali meningkatkanya jumlah pasien positif Virus Corona di Kota Pariaman hingga kembali berstatus Zona Merah.

“Setelah Kota Pariaman berstatus zona merah, Kami mengambil kebijakan untuk kembali menerapkan bekerja dari rumah/WFH bagi ASN mulai 27 Agustus s.d 11 September nanti,” ungkapnya.

Bekerja dari rumah/WFH dilaksanakan sesuai dengan edaran nomor 800/723/BKPSDM-2020 tentang penyesuaian sistem kerja ASN di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19.

“Untuk memutus rantai penyebaran covid-19 di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman, perlu dilakukan penyesuaian sistem kerja ASN. Seperti apa jadwalnya kita serahkan ke OPD masing – masing untuk mengaturnya,”tambahnya.

Dinas/OPD yang terkait dengan pelayanan langsung kepada masyarakat termasuk pemerintahan desa tetap memberikan pelayanan dikantor seperti biasa sesuai dengan jam kerja, tetapi kepala OPD/pemerintahan desa terlebih dahulu mengatur dan menyusun jadwal siapa yang bertugas memberikan pelayanan.

“Bagi staf yang tidak mendapatkan jadwal shift atau OPD yang memberikan pelayanan tidak langsung kepada masyarakat, akan bekerja dari rumah/WFH dengan ketentuan tidak diperkenankan keluar daerah tanpa seizin pimpinan, alat komunikasi tetap diaktifkan agar apabila dibutuhkan langsung bisa dikontak. Untuk kehadiran akan dilakukan secara online melalui media grup, ‘ jelasnya.

Ia berharap semua ASN dilingkungan Pemerintah Kota Pariaman akan melaksanakan edaran ini dengan baik dan benar. Apabila tidak dilaksanakan atau melenggar, akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.(dewi lestari)

Tiga Juta Masker Siap Disebar Oleh Tim PKK se-Provinsi Sumbar

Tiga Juta Masker Siap Disebar Oleh Tim PKK se-Provinsi Sumbar

Kominfo Kota Pariaman – Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin bersama kepala daerah se Provinsi Sumatera Barat menyaksikan secara langsung Launching Tiga Juta Masker oleh Ketua Umum Tim Penggerak PKK, Ny. Ny. Tri Suswati Tito Karnavian yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui TP-PKK Sumbar di Auditorium Gubernuran, Selasa (25/8/2020).

Untuk perwakilan dari TP-PKK Kota Pariaman di Auditorium Gubernur Sumbar, diwakilkan oleh Ketua Dharmawanita Kota Pariaman, Ny. Fitri Nora Fadli bersama jajaran pengurus TP-PKK Kota Pariaman.

Launching tersebut dilakukan oleh Ketua Umum TP-PKK, Ny. Ny. Tri Suswati Tito Karnavian, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dan Ketua TP-PKK Sumbar, Nevi Irwan Prayitno, disaksikan oleh TP-PKK di 19 kabupaten/kota melalui virtual di daerah masing-masing.

Dalam sambutannya, Ketua Umum TP-PKK, Ny. Ny. Tri Suswati Tito Karnavian mengatakan, saya yakin program Gebrak Masker atau gerakan bersama pakai masker ini bermanfaat bagi masyarakat Sumbar.

“Sebanyak Tiga Juta Masker atau lebih kurang setengah dari jumlah penduduk di Sumbar yang mencapai 5,6 juta orang akan mendapat masker “, ujarnya.

“Kita tau bahwa di indonesia kasus positif covid-19 masih terus bertambah, untuk itu kita menghimbau kepada seluruh TP-PKK di seluruh indonesia khususnya Sumbar untuk dapat menjadi pelopor bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakatnya “, sambung dia.

Ia juga memuji keindahan alam minangkabau, alamnya yang subur kotanya yang maju dan masyarakatnya yang tentram. Selain itu, Sumbar juga terkenal dengan sejarah, adat serta budayanya yang beragam.

Sementara itu, Wawako Mardison sampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas gebrakan kegiatan yang diselenggarakan oleh TP PKK secara serentak ini, dan langsung di launching oleh Ketua Umum TP-PKK, Ny. Tri Suswati Tito Karnavian.

” Semoga dengan dibagikannya tiga juta masker ini untuk masyarakat Sumbar dan khususnya Kota Pariaman, makin bisa memutus mata rantai covid-19 di negeri yang kita cintai ini,” tutup Mardison mengakhiri.(Fadli)

Walikota Pariaman Pimpin Rapat Mendadak Secara Virtual

Walikota Pariaman Pimpin Rapat Mendadak Secara Virtual

Kominfo Kota Pariaman — Walikota Pariaman Genius Umar memimpin rapat mendadak secara virtual yang di ikuti oleh Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin bersama Kepala OPD dan Camat di Lingkungan Pemerintah Kota Pariaman sehubungan dengan meningkatnya perkembangan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Pariaman, Selasa (25/8/2020).

Wako Pariaman mengungkapkan penyebaran Covid-19 di Kota Pariaman sudah menyebar kemana-mana termasuk di Polres Kota Pariaman. Berarti kita harus mengvalidasi data bagi orang yang terkonfirmasi Covid-19 karena ada mereka yang beralamat kabupaten namun tinggal di Kota Pariaman.

“ Untuk antisipasi, BPBD Kota Pariaman telah melakukan penyemprotan kembali tempat orang yang terkena Covid-19 “, ungkapnya.

“ Apabila penambahan ini terus bertambah maka kita akan kembali melakukan PSBB tetapi sepanjang kita selalu disiplin untuk menerapkan protokol kesehatan kita tetap dalam masa new normal “, sambungnya.

Sementara untuk Pesta pernikahan akan diawasi oleh petugas karena kiranya sudah ada pesta pernikahan yang sudah berlangsung kini harus melaksanakan protokol kesehatan. Namun terhitung pertengahan bulan September kita tunda terlebih dahulu untuk pesta pernikahan.

“ Dan dihimbau bagi masyarakat untuk selalu menerapkan dan disiplin protokol kesehatan dengan selalu menggunakan masker, menjaga jarak, hindari kerumunan, mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan handsinitizer dan mandi  setelah beraktivitas diluar ruangan” tegasnya.

“ Semua harus bekerja sama mulai dari tingkat desa dan tingkat kota  sehingga kita bisa bekerja secara bertingkat untuk agar dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 “, tandasnya.

Sementara Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin juga menyampaikan Mulai besok (26/8/2020) Proses Belajar disekolah tingkat SD, SMP/MTsN, SMA diliburkan dan kembali belajar secara daring. PBM secara daring diberlakukan sampai dua minggu kedepan.

“ Dengan kondisi saat ini, bagi instansi di Pemko Pariaman yang melakukan pelayanan langsung terhadap masyarakat akan dilakukan secara online “, sebutnya.

Wawako juga berharap Seluruh Camat, Kepala Desa dan pemangku masyarakat untuk bekerja sama agar disiplin terhadap protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. (rika)