Bertambah 12 Orang Warga Pariaman Positif Covid-19, Satgas Lakukan Tracking dan Isolasi

Bertambah 12 Orang Warga Pariaman Positif Covid-19, Satgas Lakukan Tracking dan Isolasi

Kominfo Kota Pariaman—Kembali warga Kota Pariaman membuat daftar penambahan pasien positif Covid -19. Hari ini Minggu (30/8) sebanyak 12 orang warga Kota Pariaman dinyatakan positif covid-19 setelah dilakukan pengambilan sampel swab di Kota Pariaman beberapa hari yang lalu.

“Ya hari ini terjadi penambahan  12 orang warga Kota Pariaman yang dinyatakan positif covid-19 setelah melakukan tes swab. 12 orang yang positif merupakan cluster perkantoran 8 orang, masyarakat 4 orang, anak – anak 1 dan ibu rumah tangga 1 orang,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Syahrul saat dihubungi oleh tim media ceter Kominfo Kota Pariaman Hari ini Minggu (30/8).

Penyebaran wabah Covid-19 di Kota Pariaman semakin menjadi dan mengkhawatirkan. Pasalnya, hingga saat ini sudah ada 56 kasus positif Covid-19 dengan total kesembuhan 8 orang.

“12 orang warga Kota Pariaman yang positif covid-19 terdiri dari 6 orang warga Kecamatan, Pariaman Tengah, 4 orang warga Kecamatan Pariaman Utara, 1 orang warga Kecamatan Pariaman Selatan dan 1 orang warga Kecamatan Pariaman Timur, “ tambahnya.

Tim gugus tugas Kota Pariaman setelah mendapatkan kabar tersebut, langsung melakukan tracking dan untuk sementara semuanya masih melakukan isolasi mandiri.

“Dari 56 kasus saat ini, pasien yang dirawat di rumah sakit sebanyak 7 orang,  isolasi mandiri sebanyak 16 orang, fasilitas khusus sebanyak 25 orang dan sembuh 8 orang. Sebagian pasien positif hari ini merupakan kontak erat atau tertular dari orang yang sudah positif Covid-19. Selain itu, ada juga yang diketahui positif Covid-19 setelah melakukan uji swab, “ jelasnya.

Dengan bertambahnya kasus positif Covid-19, Pemerintah Kota Pariaman mengimbau masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, sering mencuci tangan dan menjaga jarak. Bagi warga Kota Pariaman yang ingin melakukan tes swab, pemerintah masih memfasilitasi pengambilan sampel sampai tanggal 2 September 2020 dihalaman Rumah Tabuik Subarang Samping Balaikota Pariaman mulai pukul 08.00 s.d 16 Wib. Tes swab yang difasilitasi Pemerintah Kota Pariaman tidak dipungut biaya atau gratis.(dewi lestari)

Wawako Pariaman Mardison Mahyuddin Himbau Kembali Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan

Wawako Pariaman Mardison Mahyuddin Himbau Kembali Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan

Kominfo Kota Pariaman— Dengan semakin bertambahnya kasus Covid-19 di Kota Pariaman, membuat pemerintah kota pariaman cepat tanggap untuk mengantisipasi masalah ini agar tidak menyebar lebih luas lagi ke masyarakat.

“Di Kota Pariaman sendiri sudah ada sekitar 44 orang yang terpapar covid-19 ini, dengan rincian 31 orang anggota polri kota pariaman, 5 orang PNS dilingkungan pemerintahan kota pariaman, dan beberapa orang dari umum”, sebut Wawako Mardison Mahyuddin ketika diwawancarai oleh tim peliput MCP di ruang kerjanya, Jumat (28/8).

42 orang yang terpapar tersebut tempat tinggalnya berlokasi di kota pariaman, dan 2 orang lagi tempat tinggalnya di luar kota pariaman.

Berdasarkan hal itu Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin melalui Dinas Kesejahteraan Sosial Kota Pariaman, mengeluarkan surat edaran yang berisi tentang himbauan kepada seluruh Camat, Kepala Desa/Lurah, Pengurus Masjid / Surau / Mushalla se-Kota Pariaman, untuk kembali menggulung tikar Masjid / Mushalla / Surau, dan senantiasa membersihkan lantai serta tempat berwudhu dengan menggunakan disinfektan.

Selain itu Wawako Pariaman juga meminta kepada seluruh pengurus tempat ibadah juga menyiapkan tempat cuci tangan dan sabun di pintu masuk ,mengecek suhu tubuh jamaah dengan Thermogun dipintu masuk, untuk memastikan semua pengguna rumah ibadah dalam kondisi sehat.

Memastikan semua jamaah yang datang menggunakan masker, membawa mukena dan sajadah masing-masing, mengatur jarak antar jemaah selama berada di dalam Masjid / Mushalla / Surau, termasuk dalam pelaksanaan shalat berjamaah.

Tidak melakukan kontak fisik antar jemaah seperti bersalaman, dan melaksanakan khutbah atau ceramah secara iqtishad (ringkas) maksimal selama tujuh menit saja dengan ustad yang juga wajib memakai masker selama melakukan ceramah.

“Demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini, kami berharap kepada seluruh masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan dimanapun kita berada, serta selalu menjaga kesehatan dengan cara rutin berolahraga serta memakan makanan yang bergizi”, pinta Wawako Mardison Mahyuddin. (Desi)

Genius Umar “Disiplin adalah Kunci Upaya Penekanan Lonjakan Kasus Covid-19”

Genius Umar “Disiplin adalah Kunci Upaya Penekanan Lonjakan Kasus Covid-19”

Kominfo Kota Pariaman — Disiplin adalah Kunci Upaya Penekanan Lonjakan Kasus Covid-19. Hal tersebut disampaikan Walikota Pariaman, Genius Umar, ketika memberikan keterangan kepada stasiun televisi Padang TV, terkait dengan tingginya angka kasus Covid-19 di Kota Pariaman dalam sepekan terakhir, Kamis malam (27/8/2020).

Genius Umar memberikan peryataan melalui Zoom Meeting sebagai Narasumber pada acara dialog di stasiun Padang TV, dengan topic upaya penekanan kasus positif Covid-19.

“Dalam beberapa hari kebelakang, kasus positif Covid-19 di Kota Pariaman cukup tinggi, karena itu kita menghimbau kepada masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan agar dapat diterapkan untuk menjadi AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru) bagi kita semua,” ujarnya.

Genius juga menekankan kepada kesadaran masyarakat yang masih rendah terhadap aturan yang telah dibuat dalam protokol kesehatan dimasa pandemi Covid-19 ini, sehingga mengakibatkan tingginya kasus terkonfirmasi positif di kota yang dipimpinya ini.

“Kalau masyarakat masih acuh dan tidak mengindahkan protokol kesehatan ini, maka kita akan kembali ke era PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), tetapi sepanjang masyarakat masih bisa kita atur untuk tetap disiplin, maka situasi AKB yang telah kita jalani selama ini akan tetap kita lakukan,” ucapnya lebih lanjut.

Orang nomor satu di Kota Pariaman ini juga menjelaskan bahwa saat ini sekolah di Kota Pariaman sudah ditutup, kemudian kegiatan keramaianpun sudah kita larang, dimana setiap hari petugas Polisi Pamong Praja dibantu dengan TNI dan Polri, berkeliling setiap hari untuk mendisiplinkan masyarakat agar patuh terhadap aturan yang telah dibuat oleh pemerintah, ulasnya.

“Khusus untuk acara hajatan atau baralek, sampai saat ini karena sudah terlanjur menyebarkan undangan masih kita perbolehkan dengan tetap mematuhi protokol Covid-19, tetapi setelah minggu kedua bulan September, seluruh hajatan dan baralek sudah kita larang atau ditunda dulu,” tukasnya.

“Untuk Pariwisata tetap kita buka dengan konsep Adaptasi Kebiasaan Baru, dimana mematuhi protokol kesehatan yang ada, dan petugas nantinya akan kita sebar dan efektifkan dilapangan, untuk menjaga disiplin pengunjung dan warga masyarakat, untuk tetap patuh terhadap aturan yang ada,” tutupnya. (J)

Desa Koto Marapak Siasati Cara Belajar Selama Masa Pandemi Covid-19

Desa Koto Marapak Siasati Cara Belajar Selama Masa Pandemi Covid-19

Kominfo Kota Pariaman — Pemerintah Desa Koto Marapak Kecamatan Pariaman Timur menyediakan Pos Belajar bagi pelajar/mahasiswa/I yang akan mengerjakan tugas sekolah maupun tugas kampus dengan fasilitas wifi gratis, komputer dan printer.

“ Pos Belajar yang disediakan bagi pelajar/mahasiswa/i dipergunakan untuk mengerjakan tugas sekolah maupun tugas kampus dengan fasilitas wifi gratis satu unit komputer dan satu unit printer, dengan demikian kami dapat membantu mereka dalam mengerjakan tugasnya “, ungkap Kepala Desa Koto Marapak Yuhaldi saat ditemui Tim Media Center di kantornya, Kamis (27/8/2020)

“ Hal ini dilakukan karena seiiring dengan semakin meningkatnya wabah Covid-19 di Kota Pariaman, Pemerintah Kota Pariaman kembali melaksanakan Proses Belajar Mengajar disekolah dilaksanakan dirumah dengan sistem daring “, ulasnya.

Yuhaldi juga menjelaskan bahwa Pos Belajar ini sendiri merupakan Poskesdes yang belum digunakan bidan desa, dari pada tidak dipergunakan kami dari Pemdes Koto Marapak berinisiatif untuk mempergunakan ruangan tersebut untuk Pos Belajar bagi pelajar maupun mahasiswa. Pos tersebut berada disebelah Kantor Desa Koto Marapak.

Lebih lanjutnya disampaikannya, bagi mereka yang belajar di Pos Belajar akan dipandu langsung oleh perangkat desa maupun pendamping desa. Mereka harus mematuhi semua syarat diantaranya adalah: fasilitas ini hanya digunakan untuk pengerjaan tugas sekolah/kampus, dapat dipergunakan mulai Hari Senin s/d Jumat pada pukul 08.00-16.00 wib, jika pada Hari Sabtu dan Minggu bisa ingin juga dipergunakan maka harus ditemani orang tua dan tidak diperbolehkan membuka situs-situs lainnya yang tidak terkait dengan pembelajaran.

“ Selanjutnya semua pelajar/mahasiswa harus menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer “, tambahnya.

Yulhadi juga berharap dengan adanya Pos Belajar ini kami bisa mengurangi beban orang tua pelajar/mahasiswa dalam pembelian kouta internet dan kami juga berharap anak-anak bisa mempergunakan fasilitas tersebut dengan sebaiknya.

” Disamping itu,kami berharap ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain yanga ada di Kota Pariaman untuk melakukan hal yang sama demi membantu meringankan beban masyarakat dalam pembelajaran bagi anak-anaknya “, tandasnya. (rika)

Rakor Penangan Covid-19 dan Pilkada Serentak Tahun 2020 Secara Virtual Diikuti Oleh Wawako Mardison Mahyuddin

Rakor Penangan Covid-19 dan Pilkada Serentak Tahun 2020 Secara Virtual Diikuti Oleh Wawako Mardison Mahyuddin

Kominfo Kota Pariaman— Hari ini Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia mengadakan Rapat Kordinasi Penanganan Covid-19 dan Pilkada Serentak Tahun 2020, dengan para pemimpin daerah serta forkopimda se-Indonesia secara virtual. Rapat kordinasi tersebut langsung dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Rapat Kordinasi tersebut di ikuti oleh Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin, didampingi oleh Kalaksa BPBD Kota Pariaman Azman, bertempat di Ruang Rapat Walikota Pariaman Kamis (27/8). Hadir sebagai Pembicara Menko Polhukam Moh.Mahfud MD, Kepala BNPB Doni Monardo, KPU RI Arief Budiman, Dirjen Perimbangan Keuangan Astera Primanto Bhakti,  Ketua BPK Agung Firman Sampurna, Kepala LKPP Roni Dwi Susanto, Kabareskrim Polri Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung RI ST Burhanuddin, Ketua KPK Firli Bahuri, dan Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh.

Menko Polhukam Moh.Mahfud MD, sebutkan pada saat membuka acara tersebut, sesuai dengan Perpres No 82 Tahun 2020 yang berisikan dua hal yaitu, tentang penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional, dengan memakai strategi gas dan rem seperti yang diinginkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Penanganan dampak kesehatan dan ekonomi tersebut berjalan seiring dengan cara, pemerintah terus berupaya menangani dampak kesehatan melalui dukungan anggaran, sarpras kesehatan, tenaga kesehatan, dan upaya pengadaaan vaksin. Upaya penanganan penyebaran pandemi dengan strategi ini disebut dengan Rem.

Penanganan dampak kesehatan membutuhkan peningkatan disiplin masyarakat, seperti selalu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. Sementara itu pada strategi Gas, pemerintah mendorong perekonomian melalui dukungan dan stimulus yang digelontorkan kepada masyarakat hingga industri agar bangkit kembali.

“Dorongan tersebut terkait dengan jaringan pengaman sosial, jaringan pengaman sektor riil, dan sumber pendanaan yang pemerintah lakukan melalui penjaminan dan seatbeltnya adalah jaring pengaman sektor keuangan”, ujar Moh.Mahfud MD.

Untuk Pilkada serentak tahun 2020, tahapan pemilihan kepala daerah sudah kita putuskan dimulai pada tanggal 15 Juni 2020 dan pemungutan suaranya nanti diselenggarakan pada tanggal 9 Desember 2020. Beberapa tahapan sudah kami selesaikan seperti tahapan verifikasi faktual dukungan calon perseorangan, kemudian pemutakhiran data pemilih. Dan beberapa hari kedepan kita akan lakukan proses pendaftaran pasangan calon.

Para penyelenggara pemilu dalam pelaksanaannya sudah memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus covid-19. Dari tambahan anggaran yang sudah diberikan melalui APBN agar dapat mereka gunakan selain untuk melindungi diri penyelenggara pemilu tapi juga untuk menjaga dua hal yang sudah saya perintahkan yaitu kesehatan dan keselamatan mereka, supaya pelaksanaan tahapan pemilihan kepala daerah ini juga bisa jadi sarana untuk mensosialisasikan kepada masyarakat bagaimana menerapkan protokol kesehatan terhadap kegiatan sehari-hari.

Untuk tahapan pendaftaran pasangan calon ada perubahan, yang biasanya pada saat pendaftaran yang diiringi dengan arak-arakan pendukung yang melibatkan banyak orang, tapi kali ini hal tersebut tidak berlaku lagi. Yang boleh datang hanya pasangan calon dan staff yang membantu pasangan calon yang membawa dokumennya yang akan diberikan kepada KPU, dengan menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat lagi.

“Jadi untuk semua tahapan pemilu baik itu pada saat pendaftaran pasangan calon, tahapan masa kampanye, sampai pada tahapan denah lokasi pencoblosan dan penyelengaraan pemungutan suara di TPS pada pemilihan nanti semuanya mengalami perobahan dengan menjalani protokol kesehatan yang sangat ketat sekali’, jelas Ketua KPU RI Arief Budiman. (Desi)