Hasil Tracking 2 Pasien Positif Covid-19 di Kota Pariaman, 150 Orang Lakukan Swab Tes

Hasil Tracking 2 Pasien Positif Covid-19 di Kota Pariaman, 150 Orang Lakukan Swab Tes

Kominfo Kota Pariaman—Pasca 2 (dua) orang tanpa gejala (OTG) di Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman dinyatakan positif Covid-19, sampai saat ini sebanyak 150 orang hasil tracking dilakukan pengambilan sampel swab.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Syahrul hari ini Jum’at (4/7) mengatakan, berdasarkan hasil tracking yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Pariaman terhadap cluster baru pasien Covid-19, sampai saat ini ada 150 orang yang telah diambil sampel swabnya.

“Kita sudah lakukan swab terhadap 150 orang yang pernah kontak langsung dengan OTG. 61 sampel swab telah keluar hasilnya sampai saat ini, ditemukan 1 (satu) orang lagi warga yang terjangkit virus Covid-19 tersebut dan 60 orang hasil sampelnya negatif. Itu berarti saat ini ada 3 positif covid-19 di Kota Pariaman. Ketiganya sudah melakukan isolasi mandiri, “ ungkapnya.

Pemerintah Kota Pariaman telah berupaya agar OTG tersebut bersedia diisolasi di Padang, namun mereka memilih melakukan isolasi mandiri. Untuk 89 orang lagi, sampel swabnya masih dalam proses pemeriksaan. Dalam satu atau dua hari kedepan akan selesai dan diketahui hasilnya.

“Semoga saja 89 orang lagi hasilnya baik. Terhadap pasien OTG telah dilakukan koordinasi dengan pemerintah desa setempat. Kami telah serahkan kepada kepala desa terhadap pasien. Apabila pemerintah desa tidak sanggup akan diambil alih Tim Gugus Tugas”, tuturnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat Kota Pariaman, covid-19 bukanlah aib, dan kita akan berupaya untuk memberikan yang terbaik agar Kota Pariaman kembali menjadi zona hijau, dengan terus menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah. Untuk yang diambil swab agar melakukan isolasi mandiri menjelang hasil swab tersebut keluar. Dalam fase nomal baru ini kita berharap kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap penyebaran Covid-19 dan mematuhi protokol kesehatan.(dewi lestari)

Status Zona Kuning, Pemko Pariaman Gelar Rakor Gugus Tugas Covid-19

Status Zona Kuning, Pemko Pariaman Gelar Rakor Gugus Tugas Covid-19

Kominfo Kota Pariaman — Terkait adanya kasus baru dua orang warga Kota Pariaman berstatus OTG (Orang Tanpa Gejala) yang positif Covid-19, Pemerintah Kota Pariaman menggelar Rapat Koordinasi Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Pariaman di Ruang Rapat Walikota Pariaman, Balaikota, Selasa (21/7/2020).

Rapat dipimpin langsung oleh Sekdako Pariaman, Fadli yang sekaligus menjabat selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Pariaman. Hadir juga Kalaksa BPBD Kota Pariaman, Azman, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Syahrul, Kepala Dinas Satpol PP Damkar Kota Pariaman, Elfis Candra, Kepala Dinas Kominfo Kota Pariaman, Hendri, Forkopimda dan Camat.

Fadli mengatakan bahwa, hari ini kita menggelar rapat koordinasi bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Pariaman terkait berubahnya status Kota Pariaman dari zona hijau menjadi zona kuning Covid-19 akibat kasus baru yakni dua orang warga kita yang positif Covid-19 pada Minggu, (19/7/2020) kemarin.

“Kita perlu membuatkan regulasi terkait dengan penetapan klasifikasi Kota Pariaman sekarang telah berada di zona kuning kasus Covid-19 “, ujarnya.

” Pemerintah akan melakukan tracking siapa saja yang berkontak erat dengan dua orang tersebut dan akan dilakukan pengambilan swab di desa dan kelurahan tujuannya agar virus tersebut tidak menular ke warga sekitar “, imbuhnya lagi.

Disamping itu, Fadli juga menginstruksikan agar camat kembali mensosialisasikan Perwako perubahan tentang kegiatan pesta pernikahan (baralek), orgen tunggal dan acara semacamnya di tengah-tengah masyarakat di desa dan kelurahan.

Kemudian, untuk dapat terlaksananya proses terhadap warga yang terkonfirmasi Covid-19 tersebut perlu dilakukan strategi-strategi tujuannya untuk memperlancar kinerja Tim Gugus Tugas Covid-19 yang bertugas di lapangan “, tuturnya.

“Menetapkan jadwal piket bergilir bagi Kepala OPD di posko utama tujuannya untuk menumbuhkan kembali semangat petugas yang berjaga di posko tersebut “, sambung Fadli.

Selain itu, perlu optimalisasi kinerja dari petugas dalam kedisiplinan masyarakat terkait dengan protokol kesehatan di era kebiasaan baru (new normal) di Kota Pariaman.

Fadli menuturkan bahwa, pemerintah memperbolehkan masyarakat untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan hari besar seperti Peringatan Dirgahayu Republik Indonesia ke – 75 tanggal 17 Agustus 2020 nanti dan Hari Raya Idul Adha 1441 H dengan tetap disiplin terhadap protokol kesehatan.

” Bagi masyarakat yang akan melaksanakan sholat Ied nanti, harap membawa sajadah dan diminta kepada pegawai ASN Pemko Pariaman dapat menjadi contoh bagi masyarakat kita. Kemudian untuk pengurus mesjid dan mushalla agar tidak menggelar karpet atau tikar sholat sejenisnya di mesjid dan mushalla “, tutupnya mengakhiri. (Erwin)

Genius Umar “Status Kota Pariaman berubah, Sekolah kembali diliburkan,”

Genius Umar “Status Kota Pariaman berubah, Sekolah kembali diliburkan,”

Kominfo Kota Pariaman — Setelah mendapat kabar tentang dua orang warganya Positif Covid-19 (Corona Virus Disease 2019), Walikota Pariaman, Genius Umar bertindak cepat dengan menggelar rapat bersama dengan stakeholder terkait, bertempat di Posko percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pariaman, halaman Balaikota Pariaman, Minggu malam (19/7/2020).

Dari hasil rapat tersebut diambil keputusan untuk meliburkan kembali seluruh sekolah yang ada di Kota Pariaman selama dua minggu kedepan, mulai dari tingkat SD, SMP/MTsN sampai SMA/SMK/MAN, dan juga untuk lembaga kursus serta PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) yang ada di Kota Paraiaman, juga ditutup untuk sementara waktu.

“Dengan adanya Dua kasus Covid-19 di Kota Pariaman, maka status Kota Pariaman telah berubah dari zona hijau menjadi zona kuning, karena itu, kita tidak ingin nantinya virus ini semakin meluas, apalagi dua orang tersebut adalah tenaga pendidik,” ujarnya.

Setelah beberapa bulan nol kasus Covid-19, hari ini Kota Pariaman kembali mencatatkan dua kasus baru, dan ini merupakan hasil dari tes swab yang dilakukan pada Jum’at (17/7) kemaren, kepada tenaga pendidik Kota Pariaman, dimana hasilnya sudah keluar pada sore hari ini.

“Kita juga sudah berkoordinasi dengan instansi vertikal dan Forkopimda Kota Pariaman, yang pada dasarnya mereka mendukung penuh keputusan ini, dimana untuk sementara waktu, sekolah yang ada di Kota Pariaman diliburkan kembali, terhitung mulai besok (senin), 20 Juli 2020,” ungkap Genius.

“Mulai senin, anak-anak akan kembali belajar dengan sistem daring, sampai situasi kondusif kembali, karena kita tidak menginginkan adanya peningkatan kasus yang ada di sekolah, denagn begitu kita bisa menekan tingkat penyebaran dari Covid-19 ini,” terangnya.

Genius Umar juga mengajak agar masyarakat patuh terhadap anjuran yang telah diberikan oleh pemerintah dalam melaksanakan protokol kesehatan dalam kehidupan kita sehari-hari.

“Kita berharap dengan adanya Adaptasi Kebiasaan Baru, dimana kita wajib memakai masker diluar ruangan atau dikerumunan orang, membiasakan selalu mencuci tangan pakai sabun dan selalu menyediakan hand sanitizer, serta tidak berjabat tangan atau bersentuhan dengan orang lain terlebih dahulu,” jelasnya.

“Semoga dengan adanya kasus Covid-19 di Kota Pariaman ini, kita dapat intropeksi diri, berbenah untuk selalu waspada dan hati-hati dan yang terpenting patuhi anjuran pemerintah tentang melaksanakan protokol kesehatan sebagai sebuah Adaptasi Kebiasaan Baru di kehidupan kita,” tutupnya. (J)

Dua Warga OTG Kota Pariaman, Positif Covid-19

Dua Warga OTG Kota Pariaman, Positif Covid-19

Kominfo Kota Pariaman — Dua warga yang masuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) di Kota Pariaman, dinyatakan Positif terjangkit virus corona (Covid-19). Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Syahrul ketika meninjau langsung rumah yang bersangkutan, Minggu malam (19/7/2020).

“Kita mendapat informasi dari pihak Provinsi Sumatera Barat, dimana hasil tes swab yang dilakukan di Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Padang sore tadi, telah keluar, dimana ada dua warga Kota Pariaman yang tinggal di Kecamatan Pariaman Tengah dinyatakan positif corona,” ujarnya yang didampingi oleh Kadis Pol PP dan Damkar Kota Pariaman, Elvis Candra.

Dua orang tersebut merupakan guru yang mengajar di Kota Pariaman, dimana sebelumnya mereka diambil swab ketika Pemko Pariaman akan kembali menggelar belajar tatap muka, beberapa waktu yang lalu.

“Kedua orang ini adalah OTG yang tidak memperlihatkan gejala-gejala sakit, dan kondisinya pun dalam keadaan sehat, sehingga mereka juga terkejut dengan hasil yang dikeluarkan oleh Fakultas Kedokteran UNAND Padang ini,” jelas Syahrul.

“Saat ini kita telah melakukan pendekatan persuasif terhadap yang bersangkutan, dan mereka siap untuk diisolasi di Padang, untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan serta hasil tes swab selanjutnya keluar, dimana besok, kita akan lakukan tes swab untuk keluarga dan saat ini kita sedang tracking orang yang berinteraksi dengan yang bersangkutan untuk kita tes swab juga,” ungkapnya.

Dinas Kesehatan dengan ketat melakukan tracking dari keterangan yang diambil dari yang bersangkutan, dan kita juga akan melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi tempat tinggal dan daerah sekitarnya, ulasnya.

“Sementara itu untuk pihak sekolah dari dua guru yang bersangkutan akan diliburkan selain melakukan tracking juga dan penyemprotan disenfektan di sekolah, sedangkan untuk sekolah yang lain menunggu keputusan dari pimpinan untuk instruksi selanjutnya, dan kita sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga,” tuturnya.

Syahrul juga menghimbau agar kita tetap waspada, karena dengan dibukanya Adaptasi Kebiasaan Baru, kita tidak tahu dengan siapa kita akan berinteraksi, sehingga tetap menjaga protokol kesehatan.

“Kepada masyarakat juga tidak usah panik, karena Covid-19 bukanlah aib, dan kita akan berupaya untuk memberikan yang terbaik agar Kota Pariaman kembali menjadi zona hijau, dengan terus menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah,” tutupnya. (J)

Petugas Coklit Desa Rambai Mendata Pemilih Gunakan Protokol Covid

Petugas Coklit Desa Rambai Mendata Pemilih Gunakan Protokol Covid

Kominfo Kota Pariaman – Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) di Kota Pariaman hari ini, Sabtu (18/7/2020) mulai melakukan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) secara serentak terhadap masyarakat yang sudah menggunakan hak pilihnya untuk Pemilihan Kepala Daerah Serentak yang akan diselenggarakan pada 9 Desember 2020 mendatang.

Seperti yang terlihat di Desa Rambai, Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman, Petugas Coklit dan Petugas Pengawas Lapangan (PPL) desa tersebut menggunakan APD dalam melakukan coklit.

Sebelum turun ke rumah-rumah warga, para petugas tersebut melakukan apel dan doa bersama di kantor desa, yang dihadiri Kepala Desa dan perangkat, serta unsur lembaga desa.

Salah seorang petugas coklit Desa Rambai, Ira Nazwita, mengungkapkan kedatanganya kerumah warga adalah untuk melaksanakan pencocokan dan penelitian ( coklit ) nama, alamat, tempat tinggal, nomor kartu tanda penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga masing-masing yang masuk dalam data daftar untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Barat.

Berdasarkan aturan di masa pandemi covid-19 ini oleh Komisi Pemilihan Umum, ia bersama rekan-rekannya dalam melaksanakan coklit dari rumah ke rumah warga tentunya dengan menggunakan masker, pelindung wajah (face shield), menggunakan sarung tangan (handscoon), membawa hand sanitizer dan wajib menjaga jarak ketika berkunjung ke rumah-rumah warga untuk mendata yang difasilitasi oleh KPU Kota Pariaman.

“ Tentunya saya dan rekan-rekan selalu mengutamakan dan mematuhi sistem protokol kesehatan guna untuk mencegah dan memutus mata rantai virus Covid-19 di Kota pariaman ini,” imbuh Ira mengakhiri.

Untuk di Desa Rambai sendiri, coklit kerumah warga dilakukan pertama kali dirumah Bapak Buya Fuadi Jalil, yang merupakan mantan Ketua DPRD Kota Pariaman, dilanjutkan rumah Kepala Desa Rambai Arif Fuadi, rumah Anggota DPRD Kota Pariaman Dapil II M. Taufik, serta seluruh rumah warga yang ada di Desa Rambai.(Fadli)