5 Agenda Dibahas Dalam Vidcon Evaluasi Penerapan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19

5 Agenda Dibahas Dalam Vidcon Evaluasi Penerapan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19

Kominfo Kota Pariaman— Gubernur Sumatera Barat kembali mengadakan Video Conference (Vidcon) tentang “Evaluasi Penerapan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 Antara Gubernur Dengan Bupati/Walikota se-Provinsi Sumatera Barat”, Senin (15/6).

Vidcon dilaksanakan di ruang rapat Walikota Pariaman, yang dimulai pada pukul 13.30 wib sampai dengan selesai, dan langsung di hadiri oleh Walikota Pariaman Genius Umar, Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin, Asisten I, Asisten II, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas Perindagkop, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga.

Dalam vidcon tersebut, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno membicarakan 5 Agenda yang akan di sampaikan kepada seluruh Bupati/Walikota se-Sumatera Barat. 5 Agenda tersebut yaitu tentang, Evaluasi Sepekan Pelaksanaan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 (TNB PAC), Penanganan Covid-19 Di Era TNB PAC, Pemulihan Ekonomi, Persiapan Menghadapi Tahun Ajaran Baru Pendidikan, dan Persiapan Pilkada 2020.

Mengenai Evaluasi Sepekan Pelaksanaan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 (TNB PAC) Gubernur sebutkan, dalam evaluasi pertama terkait dengan new normal itu adalah, berapa pertumbuhan positif covid-19 pada saat diterapkannya kehidupan new normal.

Untuk itu kita perlu betul-betul menyiapkan system kesehatan kalau terjadi gelombang baru, dan alhamdulillah sebagai data terakhir sampai tanggal 14 Juni 2020 perkembangan positif covid-19 di Sumatera Barat kita dibawah 1%. Itulah kondisi kita saat ini dari kajian epidemologi yang jadi patokan dasar kita untuk mengevaluasi tatanan baru yang aman covid-19 ini.

Untuk Agenda kedua Penanganan covid-19 ini kita tetap harus melakukan testing, tracking, isolasi, dan treathmen. Jadi untuk Bupati/Walikota di kondisi new normal seperti ini tetap mengerjakan semua itu . Testing tetap dimaksimalkan dan dimasifkan , tetapi testing yang dilakukan sekarang tidak hanya untuk tracking tidak hanya untuk PDP yang masuk rumah sakit dan tidak hanya untuk ODP dan OTG , tapi dalam contek new normal ini  kita pastikan semua yang terlibat dalam pelayanan  publik itu mereka bebas covid.

Kemudian untuk agenda ketiga tentang Pemulihan Ekonomi. Untuk pemulihan ekonomi bisa kita sebut dengan pemanasan, dan pemanasan ini perlu dukungan baik dari Pusat, Provinsi, Kabupaten dan Kota  supaya ekonomi daerah ini betul-betul bergerak seperti ekomoni semula. Jadi point ketiga ini Gubernur meminta untuk ditindak lanjuti oleh Bupati dan Walikota.

Setelah itu  untuk agenda ke empat tentang persiapan tahun ajaran baru pendidikan. Menurut Gubernur untuk tahun ajaran baru sesuai dengan edaran yang diberikan oleh Kemendikbud, bahwa untuk aktivitas belajar mengajar tetap diberlakukan mulai tanggal 13 Juli 2020 dengan mematahu semua protokol covid-19 yang sudah ditetapkan untuk sekolah-sekolah, dan keputusan ini akan final dan diketahui lagi pada vidcon terakhir yang akan diadakan di awal bulan Juli 2020.

Dan agenda yang kelima adalah tentang persiapan Pilkada tahun 2020. Dalam hal menindak lanjuti tentang pelaksanaan Pilkada 2020 Ketua KPU Sumatera Barat Amnasmen menyampaikan , bahwa sesuai dengan Surat Keputusan KPU RI Nomor 258/PL.02-Kpt/01/VI/2020 yang ditetapkan hari ini Senin 15 Juni 2020 bahwa tahapan Pilkada dimulai kembali dengan mematuhi protokol covid-19.

Dalam surat keputusan itu disebutkan bahwa tahapan Pilkada dilanjutkan dengan pelantikan dan masa kerja panitia pemungutan suara, verifikasi syarat dukungan pasangan calon perseorangan, pembentukan dan masa kerja petugas pemutahkiran data pemilih, serta pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih. (Desi)

Pemangku Agama Harus Pro Aktif Dalam Menghadapi Covid-19

Pemangku Agama Harus Pro Aktif Dalam Menghadapi Covid-19

Kominfo Kota Pariaman — Pemerintah Kota Pariaman melalui Kabag Kesra didampingi Kabag Pemerintahan, Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia Pariaman mengikuti web-seminar (Webinar) yang digelar Dewan Pengurus APEKSI dan Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD)Yayasan Wakaf Paramadina secara virtual di Ruang Rapat Walikota Pariaman, Senin (15/6/2020).

Webinar tersebut mengakat tema “ Memperkuat Kerukunan dan Solidaritas ditengah Covid-19 “.

Dalam seminar tersebut Menteri Agama Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi yang menjadi narasumber mengatakan bahwa tema yang diangkat sangat tepat dengan situasi yang dihadapi sekarang.

“ Ditengah pandemi Covid-19, kita harus tetap ikhtiar dan berdoa agar musibah ini cepat menghilang dari bumi serta bergerak cepat dan dinamis karena ini menjadi isu bersama “, ungkapnya.

Pada saat ini Indonesia telah masuk pada tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19, kita telah membuka dan memberi panduan shalat berjamah dirumah ibadah dengan mematuhi protokol kesehatan. Yakni selalu menggunakan masker, jaga jarak, memeriksa kesehatan dan alhamdulilah semua rumah ibadah melaksanakannya dengan baik.

“ Semua ini bukan saja dari jajaran kementerian agama namun kita semua sangat peduli baik dari APEKSI, PUSAD, majelis ulama, tokoh-tokoh agama dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) “, ulasnya.

Dijelaskannya, bahwa kami telah membuka pernikahan diluar KUA, karena bagaimanapun pernikahan itu adalah sakral. Sebelumnya hanya diikuti oleh 6 orang saja di KUA tetapi sekarang lebih lebar lagi namun harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Selama Covid-19, keberangkatan haji tahun ini juga dibatalkan,

Kementerian Agama RI menutukan ditengah-tengah umat beragama dan mewabahnya Covid-19 ini diminta majelis ulama dan FKUB perlu meningkatkatkan kiprah nya sebagai pelayan dan penjaga umat yang selalu tanggap terhadap persoalan kebangsaan yang dipicu isu-isu dunia tidak menguntungkan perkembangan Indonesia.

“ Selain itu, selalu bersikap bijak dalam kerukunan umat beragama dan kedepannya juga harus pro aktif dan tanggap darurat dalam menghadapi Covid-19 serta memelihara hubungan satu sama lain “, sambungnya.

Sementara pemerintah daerah bertindak sebagai jenderal lapangan memimpin dalam memutus virus ini. Kepatuhan sebuah organisasi dan lembaga terhadap dan disinilah menjadi tugas FKUB yang sangat penting dalam pendidikan masyarakat, sehingga bisa seirama dan selaras dalam menyelasikan persoalan ini.

“ Dengan etikat baik bersama, Indonesia tetap menjadi baromoter dunia terhadap kerukunan umat beragama bahkan dalam menghadapi tantangan-tantangan pandemi Covid-19 “, tutupnya (rika)

Wako Pariaman ikuti live di Padang TV dengan tema “Dilema Normal Baru di Sumatera Barat”

Wako Pariaman ikuti live di Padang TV dengan tema “Dilema Normal Baru di Sumatera Barat”

Kominfo Kota Pariaman — Walikota Pariaman Genius Umar ikuti live diskusi di Padang TV, Jum’at malam (12/6/2020). Acara yang digelar selama 2 jam 15 menit ini berlangsung dari pukul 22.00 sampai pukul 22.15 WIB di Studio Padang TV, Lubuk Buaya, Koto Tangah, Kota Padang.

Diskusi dalam program Televisi Padang TV,  Advokat Sumbar Berbicara dengan tema “Dilema Normal Baru di Sumatera Barat” ini diikuti oleh Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, Walikota Pariaman, Genius Umar, Dekan FKM Unand Padang, yang juga Ketua PAEI Sumbar,  Defriman Djafri, PHD, Ketua Komisi II DPRD Sumbar, Arkadius Dt Intan Bano, Mantan Bupati Tanah Datar 2005-2015, Sadhig Pasadiqoe, dan dipandu oleh Nashrian Bahzrein.

Dalam diskusi ini membahas tentang kesiapan Provinsi, Kabupaten dan Kota di Sumbar dalam melaksanakan New Normal, dimana saat ini Provinsi Sumatera Barat merupakan satu dari 4 daerah yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat untuk mulai melaksanakan “New Normal”, dimana daerah lainya yaitu Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat, dan Provinsi Gorontalo.

“Kota Pariaman saat ini sudah tidak ada lagi pasien positif Covid-19, dan kita juga sudah mulai melengkapi kesiapan untuk memasuki fase new Normal ini, dimana kita membiasakan diri untuk menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

“Kita tahu wabah Covid-19 ini belum berakhir, dan kita tidak tahu kapan akan berakhirnya, apakah 1 tahun, 2 tahun atau kapan kita tidak tahu, karena itu kita mesti membentengi diri kita untuk dengan selalu menjaga kesehatan dalam menjalankan protokol kesehatan, seperti selalu memakai masker bila keluar rumah, membiasakan mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak (phisical distancing),’ ungkapnya lebih lanjut.

Genius juga menjelaskan bagaimana tim gugus tugas Kota Pariaman bersama instansi vertical dan masyarakat, saling berupaya untuk mematuhi segala peraturan yang ada dalam menghadapi fase New Normal atau juga Tatanan Normal Baru Produktif Dan Aman (TNBPA) Covid-19.

“Saat kita kemaren menerapkan PSBB agar penyebaran virus ini tidak meluas, tetapi sektor ekonomi dan aktifitas masyarakat kita terpuruk, untuk itu, dengan kita menerapkan tatanan normal baru ini,  kita berupaya untuk mengembalikan kembali perekonomian kita yang hampir 3 bulan lebih anjlok, agar dapat normal kembali, tetapi tetap dalam koridor protokol kesehatan,” tukasnya.

“Kita Pemerintah akan selalu membuat formula kebijakan yang akan bermanfaat bagi masyarakat, dimana Kota Pariaman telah menyalurkan jaring pengaman sosial untuk masyarakat Kota Pariaman, yang mana tahap pertama sudah selesai semua dibagikan dan sekarang sudah memasuki tahap kedua penyaluranya, dan Pemko Pariaman mendapat apresiasi dari Menteri PDTT,” ulasnya.

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Wako Pariaman,  Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengingatkan bahwa dengan telah ditunjuknya Provinsi Sumatera Barat sebagai satu dari 4 daerah yang menjalankan New Normal agar hal ini dapat didukung bersama

“Kita berupaya untuk kembali menjalankan roda perekonomian kita yang kemaren sempat terpuruk, dengan adanya kita terapkan TNBPA bebas Covid-19, kita berupaya untuk mengedukasi masyarakat, agar memahami protokol kesehatan sebagai budaya baru yang mesti kita terapkan,” ujarnya.

“Ayo kita bangkit untuk kembali beraktifitas seperti semula, kita berharap bukan New Normal, tetapi kehidupan yang normal sebelum wabah Covid-19 ini menyerang, tetapi kita butuh kesadaran masyarakat untuk mematuhinya, karena tanpa itu, apa yang kita harapkan tidak akan tercapai,” tutupnya.

Dalam penjelasan Dekan FKM Unand Padang, yang juga Ketua PAEI Sumbar,  Defriman Djafri, PHD, emngatakan bahwa ada 3 variabel, yang bisa dijadikan acuan untuk memasuki New Normal, variabel kajian epidemiologi dimana angka pasien positif yang terus berkurang yang ratio nya sudah di bawah 1 persen, varibel kesiapan sistem kesehatan di masing-masing daerah yang memadai dan variabel terakhir adalah kesadaran masyarakat terkait mematuhi protokol kesehatan.

“Kita tidak menginginkan dengan dibukanya semua aktifitas saat ini, terjadinya gelombang kedua penularan Covid-19 ini, karena itu perlunya kesiapan pemerintah untuk mempersiapkan sarana dan pra sarana penunjang untuk itu, karena saat ini belum ada vaksin untuk virus corona ini, dan satu-satunya vaksin adalah kesadaran masyarakat mematuhi protokol kesehatan agar penyebaran virus ini tidak meluas dan semakin banyak,” terangya mengakhiri. (J)

Genius Umar Ikuti Virtual Meeting Dengan Topik “ Komparasi Kesiapan Normal Baru Destinasi Wisata Indonesia “

Genius Umar Ikuti Virtual Meeting Dengan Topik “ Komparasi Kesiapan Normal Baru Destinasi Wisata Indonesia “

Kominfo Kota Pariaman — Walikota Pariaman Genius Umar mengikuti virtual meeting bersama Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Novrial, Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, WKU Bidang Pariwisata Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sumbar Aim Zein, Tren Tour Yogyakarta Edwin Himma, Sekjen DPP Astindo Pauline Suharno, Owner TX Travel Anton Thedy, Owner Rex Tour Bandung Josep Sugeng Irianto, Sun Tour dan Travel Jawa Timur Yongky Yanwintarko, Tourism Malaysia Medan Hishamuddin Mustafa dan moderator Nasirman Chan, Kamis (11/6/2020). Virtual meeting tersebut mengangkat topik “ Komparasi Kesiapan Normal Baru Destinasi Wisata Indonesia “ .

Walikota Pariaman Genius Umar dalam kesempatan tersebut mengatakan, selama tiga bulan destinasi wisata di Kota Pariaman ditutup akibat pandemi Covid-19. Akibat bencana tersebut ekonomi masyarakat jadi menurun, timbul lah desakan dari masyarakat agar pemerintah membuka kembali objek wisata.

” Sehari saat objek wisata dibuka kembali tanggal 8 Juni 2020, jumlah wisatawan ke Kota Pariaman langsung memblundak sehingga pemerintah terpaksa membuat kebijakan dengan retribusi kepada setiap wisatawan yang memasuki pantai, tujuannya untuk membatasi jumlah pengunjung dan juga ketertiban terhadap protokol Covid-19, ketertiban parkir serta untuk  meningkatkan PAD “, ungkapnya.

Genius mengharapkan partisipasi seluruh organisasi dan pelaku pariwisata serta KADIN yang bergerak di bidang pariwisata, untuk mempromosikan kembali destinasi wisata Kota Pariaman yang sudah kembali dibuka ini akan tetapi dengan standar keamanan Covid-19.

” Kita harus sama-sama memikirkan bagaimana pariwisata ini bisa kembali menggeliat meskipun dihadapkan dengan situasi Covid-19 saat sekarang ini. Kita harus bisa beradaptasi dengan fase new normal atau kenormalan baru ini “, ujarnya.

Dihadapan seluruh peserta virtual meeting tersebut, Genius juga mempromosikan Kota Pariaman yang memiliki banyak destinasi wisata yang patut dikunjungi seperti penakaran penyu, kawasan mangrove, pantai kata, pantai gandoriah dan wisata pulau –  pulau.

” Kita membangun Kota Pariaman dengan konsep water front city dimana sungai yang sebelumnya cukup kotor dan tidak terperhatikan, kemudian berdasarkan dana bantuan dari APBN untuk water front city sehingga talao ini kita tata dengan baik hingga menjadi destinasi wisata “, tuturnya.

“ Semua objek wisata tersebut mampu membangkitkan ekonomi Kota Pariaman sehingga di PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Tahun 2019 pertumbuhan ekonomi kita cukup tinggi.

Kemudian, pemerintah juga telah mengubah pulau-pulau sehingga menjadi destinasi wisata baik zonasi inti sebagai kawasan konservasi  maupun zonasi yang bersifat terbuka.

Walikota Pariaman ini juga mempromosikan desa wisata Kota Pariaman yang dikelola menggunakan dana desa. “ Dari 55 desa di Kota Pariaman, rata – rata memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bergerak di bidang pariwisata, ekonomi kreatif dan bidang pertanian “, ujar Genius.

Kemudian, Kota Pariaman juga memiliki sekolah yang tidak dimiliki daerah mana pun di Indonesia kecuali di Pariaman yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Beruk (STIB) di Desa Apar. (erwin)

Tim Satgas Kota Pariaman Sosialisasikan Penerapan New Normal Kepada Pedagang

Tim Satgas Kota Pariaman Sosialisasikan Penerapan New Normal Kepada Pedagang

Kominfo Kota Pariaman — Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Pariaman  mensosialisasikan tentang pedoman tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19 atau new normal kepada pedagang dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di kawasan destinasi wisata bertempat di Cafe Lisa Kelurahan Lohong Kota Pariaman, Kamis (11/6/2020).

Kadis Satpol PP Kota Pariaman, Elfis Candra mengatakan bahwa kami bersama tim satgas Covid-19 langsung turun kelapangan melaksanakan sosialisasi dan edukasi terkait dengan new normal khususnya di kawasan destinasi wisata.

“Dalam situasi new normal, kita harus tetap disiplin untuk melaksanakan protokol kesehatan apalagi sektor pariwisata sudah kembali dibuka seiring dengan penerapan new normal di Kota Pariaman pada hari Senin (8/6/2020) kemaren “, ujarnya.

Elfis menuturkan dengan telah dibukanya sektor pariwisata ini tentunya bisa kembali menggerakan ekonomi masyarakat meskipun sedikit terbatas baik dari segi pengunjung maupun dari pergerakan ekonomi.

“Setiap pelaku wisata dan wisatawan yang datang ke Kota Pariaman wajib untuk menaati protokol kesehatan yakni selalu menggunakan masker, sering cuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan tentu wajib menyediakan tempat cuci tangan “, ulasnya.

Dilihat dilapangan, sebagian masyarakat berasumsi bahwa new normal ini sudah keadaan normal seperti biasa, sehingga mereka mengabaikan protokol kesehatan.

“Maka untuk itu, semua masyarakat dihimbau agar bisa menerapakan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari dan juga bisa disosialisasikan agar kita semua bisa terhindar dari ancaman virus Covid-19 “, tandasnya.

Sementara itu, salah satu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lohong, Ari menuturkan bahwa kami mengucapkan terima kasih kepada tim satgas Covid-19 Kota Pariaman telah memberikan arahan secara langsung kepada pedagang tentang pedoman tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19.

“Dan kami juga berharap pedagang ini bisa menaati dan disiplin untuk penerapan protokol kesehatan, dan mudah-mudahan ekonomi kita kembali pulih serta pariwisata Kota Pariaman kembali berjalan “, ulasnya. (rika)