Genius Umar terima bantuan Satgas Bencana BUMN Provinsi Sumatera Barat

Genius Umar terima bantuan Satgas Bencana BUMN Provinsi Sumatera Barat

Kominfo Kota Pariaman — Walikota Pariaman, Genius Umar terima bantuan Satgas Bencana BUMN Provinsi Sumatera Barat. Ditengah perpanjangan PSBB (Pemberlakuan Sosial Berskala Besar) kedua sampai tanggal 7 Juni 2020 mendatang, Pemerintah Kota Pariaman mendapatkan bantuan dari Satuan Tugas (Satgas) Bencana BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Provinsi Sumatera Barat.

Bantuan ini diserahkan langsung oleh Insan Kesuma, Vice President  PT KAI Divre (Divisi Regional) II Sumatera Barat, yang sekaligus sebagai Ketua Satgas Bencana BUMN Provinsi Sumatera Barat, berdasarkan SK Kementerian BUMN, yang langsung saya terima di Posko Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pariaman, di Balaikota Pariaman, Sabtu (30/5/2020).

Bantuan yang diserahkan berupa 100 masker N95, 200 masker medis dan 100 Baju Hazmat, serta 1 wastafel modifikasi  untuk Covid-19, dimana menyalakan airnya dengan menggunakan kaki.

“Kami mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi bantuan yang diserahkan Satgas Bencana BUMN Sumatera Barat kepada kami, dan nanti akan langsung kami sebarkan untuk Rumah Sakit dan tim gugus tugas Covid-19 Kota Pariaman,” ujar Genius Umar.

Selama kedatangan rombongan Satgas Bencana BUMN Sumatera Barat ini, Genius Umar yang didampingi Kelaksa BPBD, Azman, Kadis Kominfo, Hendri dan Kadis Kesehatan, Syahrul, juga banyak berbicara tentang pengembangan Kota Pariaman sebagai daerah tujuan wisata di tengah pandemi Covid-19 ini dalam menuju New Normal nanti, dimana transportasi Kereta Api yang menjadi primadona kunjungan orang yang datang dari Kota Padang.

“Kota Pariaman adalah satu-satunya Kota yang mempunyai akses Transportasi Kereta Api, dari Kota Padang sampai stasiun Pariaman yang terletak di objek wisata Panatai Gandoriah, dan akan dibuka kembali rencananya pada New Normal, setelah habis masa PSBB kedua di Sumbar,” ungkapnya.

“Kita juga membahas tentang akses jalan di sisi kiri dan kanan dari jalur kereta api, sehingga dapat menimalisir dan menghindarkan kecelakaan yang kerap terjadi karena banyaknya jalan yang menjadi pintu perlintasan yang dilewati kereta api,” tutup lulusan S3 IPB ini.

Sementara itu dalam keterangan Insan Kesuma, Vice President  PT KAI Divre (Divisi Regional) II Sumatera Barat, yang sekaligus sebagai Ketua Satgas Bencana BUMN Provinsi Sumatera Barat, yang datang bersama rombongan mengatakan bahwa bantuan ini adalah wujud kepedulian dari Satgas Bencana BUMN untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Sumatera Barat, khususnya di Kota Pariaman.

“Satgas Bencana BUMN ini terdiri dari 50 BUMN yang ada di Provinsi Sumatera Barat, dan nantinya bantuan ini akan kita bagikan ke 19 Kabupaten/Kota yang ada di Sumatera Barat, dimana untuk hari ini kita memberikan bantuan di Kota Pariaman,” ucapnya.

Sebelumnya, Satgas Bencana  BUMN Provinsi Sumatera Barat melalui PIC Satgas Kabupaten/Kota juga telah melakukan penyaluran bantuan berupa 32 pcs APD lengkap dan 137 Baju Hazmat kepada RSUD Pariaman.

“Kami juga mengapresiasi upaya Kota Pariaman dalam mendukung transportasi kereta api sebagai modal transportasi yang diminati oleh warga Kota Pariaman, dan selama pembicaraan kita dengan pak Walikota, banyak masukan dan ide yang beliau sampaikan, yang akan menjadi bahan untuk kami dalam mengambil kebijakan nantinya,” ulas Insan Kesuma mengakhiri. (J)

Sukses salurkan BLT Dana Desa tahap pertama 100 persen, Walikota Pariaman dapat Apresiasi dari Mendes PDTT RI, Abdul Halim Iskandar

Sukses salurkan BLT Dana Desa tahap pertama 100 persen, Walikota Pariaman dapat Apresiasi dari Mendes PDTT RI, Abdul Halim Iskandar

Kominfo Kota Pariaman — Walikota Pariaman, Genius Umar mendapatkan apresiasi dan ucapan terimakasih dari Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) RI, Abdul Halim Iskandar, karena Kota Pariaman menjadi salah satu daerah yang telah selesai menyalurkan 100 persen BLT (Bantuan Langsung Tunai) tahap pertama, yang berasal dari Alokasi Dana Desa.

Surat ucapan terimakasih dan apresiasi dari Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI, Abdul Halim Iskandar, tercatat dengan nomor 1781/PRI.00/V/2020, yang ditujukan kepada Walikota Pariaman pertanggal 13 Mei 2020 yang lalu.

Kota Pariaman diketahui menjadi daerah pertama di Sumatera Barat (Sumbar), yang menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat terdampak Covid-19 bersumber dari Dana Desa.

“Untuk BLT yang bersumber dari Dana Desa, pihak Pemerintah Kota Pariaman bekerjasama dengan BUMN, yaitu Bank BNI 46 dalam menyalurkan dan mendistribusikan bantuan ini, dimana setiap KPM akan menerima Rp. 600 ribu rupiah, selama 3 bulan kedepan, dimulai April sampai Juni 2020,” ujar Walikota Pariaman, Genius Umar.

BLT Dana Desa ini merujuk pada Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Nomor 6 Tahun 2020, tentang perubahan atas Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 11 Tahun 2019 tentang prioritas penggunaan dana desa Tahun 2020, sesuai pasal 8A, dimana setiap desa harus menganggarkan BLT Dana Desa kepada KPM (Kelompok Penerima Manfaat), sesuai dengan ketentuan.

“Cepatnya penyaluran BLT yang bersumber dari Dana Desa ini tidak terlepas dari peran Kepala Desa, Kepala OPD terkait yang konsen dengan kebijakan ini, dimana beberapa bulan sebelumnya sudah mendata dan meverivifasi KPM yang ada di Desa se Kota Pariaman,” ucapnya lebih lanjut.

“Tercatat sebanyak 4.600 KK atau KPM yang tersebar di 51 Desa yang ada di Kota Pariaman, dimana sebelum lebaran kemaren, seluruh KPM sudah bisa mengambil uangnya di ATM BNI atau ATM non BNI serta agen BNI 46 yang ada di desa-desa, dimana pada 14-18 Mei lalu, sudah dibagikan buku tabungan dan ATM kepada Kepala Desa, untuk disalurkan kepada KPM warga desanya masing-masing,” ungkap Genius Umar.

Sementera itu menurut Menteri Desa PDTT RI, Abdul Halim Iskandar mengatakan, baru 122 kabupaten/kota yang sudah 100 persen menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) dana desa. Disadur dari Tempo (https://nasional.tempo.co/read/1347573/baru-122-daerah-yang-penyaluran-blt-dana-desa-100-persen)

“Kepada daerah yang sudah selesai menyalurkan BLT Dana Desa Tahap pertama ini, kami dari Kementerian mengucapkan apresiasi dan terimakasih, serta penghargaan yang setinggi-tingginya, atas komitmen dan kerja keras dari para Bupati/Walikota dalam upaya mempercepat penyaluran BLT Dana Desa ini,” tuturnya.

Beliau menuturkan terdapat 122 kabupaten/kota yang sudah 100 persen menyalurkan BLT Dana Desa. Sedangkan 145 kabupaten/kota lainnya mencapai 75-99 persen. Kemudian sebanyak 52 kabupaten/kota yang penyaluran BLT Dana Desa baru 50-74 persen dan 89 kabupaten/kota penyalurannya di bawah 50 persen.

“Dan ada 26 kabupaten/kota masih 0 persen penyaluran BLT Dana Desa nya, per hari ini, Jum’at (29/5/2020),” tutup Abdul Halim Iskandar. (J)

Kota Pariaman Adakan Rapat Perpanjangan PSBB Kedua Menuju Tatanan New Normal

Kota Pariaman Adakan Rapat Perpanjangan PSBB Kedua Menuju Tatanan New Normal

Kominfo Kota Pariaman—Menindak lanjuti Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor 180-366-2020 tentang perpanjangan kedua pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Provinsi Sumatera Barat dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 dan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 440-830 Tahun 2020 tentang pedoman tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19 bagi Aparatul Sipil Negara di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah, Pemerintah kota Pariaman hari ini Jum’at (29/5) bertempat di Aula Balaikota Pariaman mengadakan rapat untuk penyusunan kebijakan sebagai tahapan menuju tatanan normal baru produktif aman Covid-19 atau new normal.

“Hari ini kita mengadakan rapat penyusunan kebijakan sebagai tahapan menuju tatanan normal baru produktif aman covid19 atau new normal. Perpanjangan PSBB kedua akan dimulai dari tanggal 30 Mei s.d 7 Juni 2020 dan ini sebagai persiapan untuk memberlakukan new normal nantinya di Kota Pariaman. Ada 18 kabupaten kota yang memilih untuk melakukan Perpanjangan PSBB kedua dan salah satunya adalah Kota Pariaman, “ ungkap Plt.Sekretaris Daerah Kota Pariaman Fadli saat memimpin rapat tersebut.

Ada beberapa hal penekanan yang dilakukan untuk Perpanjangan PSBB kedua. Diantaranya adalah melakukan persiapan dan pemberlakuan tahap-tahap menuju tatanan Normal baru (new normal), mendisiplinkan masyarakat untuk melaksanakan protokol Covid-19, melakukan pengendalian penyebaran Covid-19 dengan melakukan tindakan maksimal berupa testing, penelusuran (tracking), isolasi (isolation)/karantina dan perawatan (treathmen) dan penekanan keempat adalah mendukung daerah kabupaten/kota yang melaksanakan tahapan tatanan Normal Baru (new normal).

“Jadi kita terus mengendalikan penyebaran Covid dengan memaksimalkan kerja-kerja kesehatan. Ini bertujuan agar kita bisa bertahan pada posisi aman dan Kota Pariaman bisa melanjutkan pada tatanan normal baru (new normal), “ terangnya.

Pada rapat ini, Pemerintah Kota Pariaman juga membahas beberapa aspek, seperti keagamaan, pendidikan, transportasi, pariwisata dan adat istiadat seperti pesta perkawinan di Kota Pariaman. Jadi waktu sembilan hari ini akan digunakan oleh Gugus Tugas Covid-19 Kota Pariaman untuk mempersiapkan diri menyambut New Normal.

Ia berharap dengan adanya Perpanjangan PSBB kedua dan persiapan menuju new normal, masyarakat di Kota Pariaman lebih mendisiplinkan diri, mematuhi protokoler Covid-19 sehingga situasi bisa lebih baik dan perekonomian di Kota Pariaman akan pulih kembali.

Rapat Perpanjangan PSBB kedua dan penyusunan kebijakan sebagai tahapan menuju tatanan normal baru produktif aman Covid-19 atau new normal ini dihadiri oleh pihak TNI, Polri, MUI dan Kemenag Kota Pariaman  serta seluruh kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman.(dewi lestari)

9 Warga Kota Pariaman Status OTG Diambil Swab

9 Warga Kota Pariaman Status OTG Diambil Swab

KOMINFO KOTA PARIAMAN – – – Sembilan orang warga Kota Pariaman berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) dilakukan tes swab oleh Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Kamis (28/5).

Menurut informasi bahwa warga yang OTG tersebut beberapa hari yang lalu sempat berkontak langsung dengan sanak keluarganya yang merupakan pasien positif covid-19 di Kota Padang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Syahrul membenarkan hal tersebut yang mengatakan bahwa, kemarin ada dua orang pasien kita dari Kota Padang yang dinyatakan positif covid-19. Pasien tersebut sebelumnya berkontak langsung dengan sembilan orang anggota keluarganya yang tinggal di Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman.

“ Mendapat kabar tersebut, kami langsung terjun kelokasi dan mengambil tes swab. Untuk 8 orang sudah kita lakukan tes swab tadi pagi dan sore ini satu orang lagi yang sempat kabur dan tidak mau dilakukan pemeriksaan swab “, ungkapnya.

Salah seorang warga tersebut berprofesi sebagai nelayan dan tukang ojek, awalnya tidak mau diperiksa tapi setelah diberikan edukasi barulah yang bersangkutan mau diambil swab oleh petugas medis dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap “, sambungnya.

Hasil pengambilan swab ini, besok pagi akan kita kirim ke Labor Unand Padang, mudah-mudahan dalam empat hari hasilnya keluar dan kita berharap hasilnya negatif.

Untuk warga yang berstatus OTG tersebut harus mengisolasi diri secara mandiri dirumah masing-masing sambil menunggu hasil labor “, tutup Syahrul.

Hadir Tim Satgas yang ikut mendampingi pengambilan swab, Satpol PP Kota Pariaman, TNI, Polri dan Kejaksaan Negeri Kota Pariaman. (erwin)

Sejalan dengan Usulan Walikota Pariaman, Gubernur Tetapkan PSBB di Perpanjang Hingga 7 Juni 2020

Sejalan dengan Usulan Walikota Pariaman, Gubernur Tetapkan PSBB di Perpanjang Hingga 7 Juni 2020

Kominfo Kota Pariaman — Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Tahap II di Sumatera Barat segera berakhir pada tanggal 29 Mei 2020 besok.

Untuk keberlanjutan PSBB Sumbar, Gubernur Sumbar mengadakan Rakor melalui video conference (vidcon) untuk mendengar pendapat dan masukan dari Forkopimda, kepala daerah Kab/Kota dan juga dari pakar epidemologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas yang. Pada vidcon kedua ini di ikuti oleh Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin di Rumah Dinas Walikota Pariaman, Kamis (28/5/2020).

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno menuturkan bahwa Provinsi Sumbar kembali memperpanjang PSBB hingga 7 Juni 2020 mendatang.

Keputusan ini diambil oleh Gubernur setelah mendengar dan mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak, diantaranya Bupati Wali Kota se-Sumbar dan kajian dari pakar epidemologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas.

Dari 19 Walikota/Bupati, 18 Walikota/Bupati se-Sumbar mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi memperpanjang PSBB hingga 7 Juni 2020 mendatang sebelum menuju new normal dan satu daerah  keluar dari PSBB dan langsung menuju new normal.

“ Maka ada waktu selama 9 hari bagi Walikota/Bupati se-Sumbar untuk melakukan persiapan dan tahapan-tahapan menuju new normal dengan mengurangi dan melonggarkan pembatasan dengan tetap mematuhi protokol Covid-19 “, katanya.

Gubernur menegaskan ada empat hal penting yang perlu diperhatiakan untuk menuju new normal yaitu melaukan persiapan tahap-tahap menuju new normal, mendisiplinkan masyarakat sesuai dengan protokol Covid-19, melakukan persiapan maksimal untuk sistem kesehatan, rumah sakit, traking  terhadap pasien dan isolasi dan provinsi Sumbar mendukung daerah yang menuju new normal dengan mematuhi sesuai dengan aturan yang dibuat kemenkes.

Gubernur juga meminta kepada masyarakat yang ingin menuju new normal harus selalu disiplin dan mematuhi protokol Covid-19. Apabila keluar rumah selalu cuci tangan, pakai masker, tidak bekerumunan dan selalu jaga jarak.

“ Sedangkan bagi daerah yang menuju new normal, Pemerintah Provinsi mendukung daerah tersebut dengan catatan harus tetap menerapkan protokol Covid-19 “ imbuhnya.

Sementara itu, Walikota Pariaman yang diwakili Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin mengatakan bahwa Pemko Pariaman siap mendukung dan sepakat untuk memperpnjang PSBB di Provinsi Sumbar termasuk Kota Pariaman hingga 7 Juni 2020 mendatang.

“ Sebelum menuju new normal, kami telah melakukan koordinasi dengan dandim dan kapolres untuk mengedapankan dalam hal penindakan yang akan dilaksanakan hingga 7 Juni mendatang “, ujarnya.

“ Sesuai dengan arahan dari Gubernur Sumbar, kami Pemko Pariaman juga sudah menyiapkan protokol untuk menuju new normal “, ulasnya. (rika)