Genius Umar Terima Bantuan 45 Lusin Masker Dari KPU Kota Pariaman

Genius Umar Terima Bantuan 45 Lusin Masker Dari KPU Kota Pariaman

Kominfo Kota Pariaman — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pariaman sumbangkan masker sebanyak 45 lusin untuk dibagikan kepada masyarakat Kota Pariaman yang terkena dampak virus corona (covid-19). Bantuan tersebut diserahkan oleh Divisi Sosialisasi dan SDM KPU Kota Pariaman, Abrar Azis diterima langsung oleh Walikota Pariaman, Genius Umar di ruang kerjanya, Selasa (28/4).

Walikota Pariaman Genius Umar mengatakan, beribu terima kasih kita ucapkan kepada KPU Kota Pariaman yang telah memberikan bantuan masker untuk masyarakat yang terdampak virus corona.

” Pemerintah Kota Pariaman terus berupaya memutus mata rantai penyebaran virus jenis baru ini salah satunya dengan cara penertiban Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bersama tim satgas gugus tugas covid-19, Polres Pariaman, Kodim 0308 Pariaman, BPBD, Dinas Kesehatan dan Satpol PP “, ujarnya.

” Menindak tegas masyarakat yang membandel, agar secara sadar membubarkan diri dan tidak lagi berkumpul-kumpul di lokasi keramaian “, sambungnya.

Lebih lanjut, Genius juga menghimbau masyarakat untuk tetap berada dirumah dan gunakan masker jika melakukan aktifitas diluar rumah, dan melindungi keluarga kita dengan memberikan edukasi tentang protokol kesehatan dalam menghadapi virus tersebut.

Sementara itu, Divisi Sosialisasi dan SDM KPU Kota Pariaman, Abrar Azis mengatakan, bantuan masker ini kami kumpulkan di Sekretariat KPU Kota Pariaman berasal dari komisioner, sekretaris maupun staff secara patungan mencetak 45 lusin masker.

” Hal ini sudah kami lakukan seminggu terakhir untuk pengumpulan dananya dan alhamdulillah pada hari ini langsung diserahkan kepada Walikota Pariaman Genius Umar di Balaikota Pariaman “, ujarnya.

Masker yang dibagikan adalah masker kain dan scuba sebanyak 45 lusin atau sekitar 540 masker. Pembagian  masker gratis ini sebagai bentuk kepedulian KPU untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 di Kota Pariaman.

“ Sejak mewabahnya virus Covid-19 di Indonesia jajaran KPU telah diwajibkan untuk menerapkan protokol pencegahan dengan social distancing, work from home, wajib menggunakan masker serta cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer ” ujar Abrar Azis.

Abrar berharap wako bisa menyalurkan masker ini kepada masyarakat yang membutuhkan karena kita lihat bapak wako sering turun kejalan untuk membagikan masker kepada masyarakat.

” Telah sama-sama kita lihat usaha keras Pemerintah Kota Pariaman dalam memutus mata rantai pandemic ini. Semoga kita semua terhindar dari virus ini dan Kota Pariaman tidak ada lagi yang bertambah positif corona “, imbuhnya.

Selain itu, Abrar juga menambahkan, soal Pilkada akan ditunda melalui keputusan KPU nomor 179/PL.02-Kpt/01/KPU/III/2020 tentang penundaan tahapan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota tahun 2020 dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19).

” Kita lihat bagaimana kondisi wabah covid-19 ini kedepan “, tutup Abrar. (erwin)

Penertiban PSBB di Kota Pariaman, Genius Umar Sidak ke Warung-Warung

Penertiban PSBB di Kota Pariaman, Genius Umar Sidak ke Warung-Warung

Kominfo Kota Pariaman — Pemko Pariaman bersama tim satgas gugus tugas covid-19 Kota Pariaman yang bersinergi dengan tim gabungan Polres Pariaman dan Kodim 0308 Pariaman melakukan penertiban Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan cara pendekatan persuasif terhadap warung-warung yang ada di Kota Pariaman dan memberi peringatan tentang bahaya dari penyebaran Covid-19.

Penertiban PSBB tersebut dilepas langsung Walikota Pariaman, Genius Umar, di halaman Kantor Balaikota Pariaman, Senin (28/4/2020) malam.

Personil yang turun dalam tim yakni personil Polres Pariaman, Kodim 0308 Pariaman, Satpol-PP Kota Pariaman, BPBD Kota Pariaman, PMI Kota Pariaman, Tim Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Tim Diskominfo Kota Pariaman. Masing-masing tim di dikoordinir oleh camat di wilayah kecamatan yang tersebar di empat kecamatan Kota Pariaman.

Walikota Pariaman Genius Umar, dalam sambutannya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak dulu berkumpul di warung-warung dan kedai kopi dalam wilayah Kota Pariaman.

” Hal ini bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid-19 di lingkungan kita dalam wilayah Kota Pariaman,” ajak Genius Umar.

Genius tetap himbau kepada tim yang turun dalam penertiban tersebut untuk tetap menghimbau secara persuasif agar masyarakat yang masih berada di warung-warung tersebut secara sadar membubarkan diri dan tidak lagi berkumpul-kumpul di lokasi keramaian.

Ia juga instruksikan kepada seluruh petugas untuk tindak tegas masyarakat yang masih membandel. (Tim)

Safari inn Hotel ditunjuk sebagai tempat penginapan para tenaga medis RSUD Pariaman

Safari inn Hotel ditunjuk sebagai tempat penginapan para tenaga medis RSUD Pariaman

Kominfo Kota Pariaman — Safari inn Hotel and Cottage ditunjuk sebagai tempat penginapan para tenaga medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pariaman, dimana RSUD Pariaman pertanggal 4 Mei 2020 mendatang, akan menangani pasien Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) untuk tingkat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Dengan ditunjuknya RSUD Pariaman sebagai Rumah Sakit Rujukan Penanggulangan Penyakit Infeksi Emerging COVID-19 untuk tingkat Provinsi Sumbar, melalui Surat Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor : 440-252-2020, maka seluruh tenaga medis, mulai dari dokter, perawat dan petugas di RSUD Pariaman, diberikan fasilitas penginapan selama berperang melawan wabah COVID-19 yang sudah menjadi pandemi di seluruh dunia ini.

“Setelah RSUD Pariaman mulai melayani pasien COVID-19 per tanggal 4 Mei 2020 mendatang, maka para tenaga medis ini akan kita isolasi juga, dengan menginapkan mereka di Safari inn Hotel yang terletak di Desa Taluak, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman,” ujar Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno ketika meninjau fasilitas dan kesiapan Hotel Safari inn ini, Sabtu (25/4/2020).

“Kami menyadari bahwa tenaga medis, mulai dari dokter, perawat dan petugas lainya khawatir akan penularan nantinya ketika berinteraksi dengan keluarga dirumah, karena itu kita mensiasati agar para tenaga medis yang telah berjuang di garis depan melawan COVID-19 ini, kita berikan fasilitas menginap yang memadai,” ungkap orang nomor satu di Provinsi Sumbar ini.

Untuk tahap pertama Pemerintah Provinsi telah membooking Safari inn Hotel and cottage yang berhadapan langsung dengan objek wisata Pantai Kata ini, selama 2 bulan, yaitu untuk bulan Mei dan Juni 2020 mendatang, dengan memesan sebanyak 50 kamar.

“Untuk saat ini kita telah pesan sebanyak 50 kamar yang nantinya akan diisi satu orang perkamar bagi tenaga medis di RSUD Pariaman ini, nantinya apabila kurang, maka satu kamar akan diisi oleh 2 orang, dan nantinya apabila wabah ini masih berlanjut, maka tidak tertutup kemungkinan, akan kita perpanjang untuk 1 bulan berikutnya,” ungkap Irwan Prayitno.

Kunjungan Gubernur Sumbar ke Safari inn Hotel ini didampingi langsung oleh Walikota Pariaman Genius Umar, yang mana Owner Safari inn Hotel and Cottage merupakan sahabat beliau, yaitu James Nazmi yang juga pemilik Safari Inn Resto Jakarta dan Safari inn Hotel di Pangandaran, Jawa Barat.

“Safari inn Hotel and Cottage ini sangat cocok untuk tempat beristirahat, sangat nyaman dan menajdi rekomendasi hotel untuk Kota Pariaman dalam kegiatan berskala Sumatera Barat, Regional dan Nasional bahkan internasional,” tukas Genius Umar

Rombongan Gubernur Sumbar yang ikut ke Safari inn Hotel ini, Asisten II Setda Prov Sumbar, Asisten III Setda Prov Sumbar, Kabiro Humas Pemprov Sumbar dan jajaran serta Kadis Kesehatan Provinsi Sumbar dan jajaran serta Direktur RSUD Pariaman, dr. Indria Velutina dan jajaran.

Sedangkan dari pemko Pariaman, Sekdako Pariaman, Fadli, Inspektur Kota Pariaman, Yota Balad, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Syahrul dan Kadis Kominfo Kota Pariaman, Hendri. (J)

Irwan Prayitno cek kesiapan RSUD Pariaman sebagai Rumah Sakit rujukan COVID-19

Irwan Prayitno cek kesiapan RSUD Pariaman sebagai Rumah Sakit rujukan COVID-19

Kominfo Kota Pariaman — Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, cek kesiapan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pariaman sebagai Rumah Sakit Rujukan Penanggulangan Penyakit Infeksi Emerging Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) untuk tingkat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (5/4/2020).

Kedatangan orang nomor satu di Provinsi Sumbar ini, disambut langsung oleh Walikota Pariaman, Genius Umar, Sekdako Pariaman, Fadli, Direktur RSUD Pariaman, dr. Indria Velutina dan jajaran, Inspektur Pariaman, Yota Balad, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Syahrul dan Kadis Kominfo Kota Pariaman, Hendri.

Dalam kunjunganya, Irwan Prayitno mengatakan bahwa saat ini Provinsi Sumbar kita sedang menyiapkan sarana dan pra sarana untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 yang semakin lama semakin meningkat.

“Data kemarin, Pasien Positif COVID-19 di Provinsi Sumbar telah mencapai 96 orang, dan para ahli memperkirakan angka ini akan terus naik, untuk itu kita mempersiapkan RSUD Pariaman dan RSUD Rasyidin Padang, sebagai Rumah Sakit Rujukan khusus untuk pasien COVID-19,” tukasnya.

Saat ini Rumah Sakit yang telah ditunjuk pusat untuk penanganan COVID-19 di Sumbar baru Rumah Sakit M. Jamil Padang dengan RS Ahmad Muchtar Bukittinggi, yang apabila digabung dengan RS lain yang sudah menampung pasien COVID-19, hanya punya 100 tempat tidur, karena itu kita telah melihat secara teknis dan luas dari RS, maka kita tunjuklah RSUD Pariaman sebagai rujukan untuk pasien COVID-19 di tingkat Sumbar, ucap istri anggota DPR RI, Nevi Zuraini ini.

“Penunjukan ini insyaa allah adalah pilihan untuk masyarakat banyak, karena apabila terjadi lonjakan yang cukup tinggi nantinya pasien COVID-19 ini, maka kita telah siap untuk itu, karena itu kami bersama pak walikota melihat kesiapan RSUD Pariaman ini, yang sedang berbenah dengan segala fasilitas yang akan kita sediakan untuk RS sendiri maupun para tenaga medis yang ada di RSUD Pariaman ini, mulai dari APD, masker dan lain sebagainya,” ungkapnya.

“RSUD Pariaman ini kita siapkan untuk menampung sebanyak 160 pasien, dan akan mulai beroperasi nanti pada 4 Mei 2020 mendatang, jadi pasien COVID-19 yang masih ada di RS yang bukan rujukan nantinya akan dirujuk ke RSUD Pariaman dengan kesiapan yang sudah kita lakukan untuk itu,” ujarnya.

Sementara itu terkait dengan ada sebagian orang maupun masyarakat yang menolak ditunjuknya RSUD Pariaman ini sebagai RS rujulan COVID-19, sudah kita jelaskan dan antisipasi untuk itu, mulai dari keamanan, keselamatan dan akses, sehingga sudah tidak ada lagi yang perlu diklarifikasi.

“Hal ini juga sudah sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor : 440-252-2020 tentang Penunjukan RSUD Pariaman sebagai Rumah Sakit Rujukan Penanggulangan Penyakit Infeksi Emerging COVID-19, dan kita juga mengapresiasi pak walikota yang telah meyakinkan masyarakatnya, sehingga RSUD Pariaman ini dapat dijadikan Rumah Sakit rujukan COVID-19,” tutup irwan Prayitno.

Walikota Pariaman Genius Umar mengapresiasi upaya dari Gubernur Sumbar yang telah memfasilitasi sarana dan pra sarana kesiapan RSUD Pariaman untuk Rumah sakit rujukan COVID-19.

“Dengan ditujuknya RSUP Pariaman ini, maka sarana dan prasarana nantinya akan dilengkapi, begitu juga dengan kebutuhan tenaga medis mulai dari APD seperti baju hazmat, pelindung wajah, masker medis sampai masker N90 seperti penunjang lainya juga akan dicukupi,” tuturnya.

“Selain itu fasilitas lainya yaitu akan menempatkan para tenaga mesid dan petugas lainya di RSUD pariaman ini, untuk di inapkan di Hotel Safari inn, sehingga mereka focus untuk mengobati pasien, dan tidak melakukan kontak dengan keluarga mereka selama merawat pasien COVID-19,” ulasnya mengakhiri.

Rombongan Gubernur Sumbar yang ikut dalam cek ke RSUD Pariaman ini, Asisten II Setda Prov Sumbar, Asisten III Setda Prov Sumbar, Kabiro Humas Pemprov Sumbar dan Kadis Kesehatan Provinsi Sumbar dan jajaran. (J)

Dengan Verifikasi Ulang Data Bantuan Covid 19, Kecemburuan Sosial Masyarakat Tidak Ada Lagi

Dengan Verifikasi Ulang Data Bantuan Covid 19, Kecemburuan Sosial Masyarakat Tidak Ada Lagi

Kominfo Kota Pariaman— Dalam rangka verifikasi atau perbaikan data penanganan covid 19 di kota pariaman, hari ini Sabtu (24/4) bertempat di aula balaikota, empat kecamatan yang ada di kota pariaman melakukan penyelesaian data untuk diverifikasi ulang kembali, guna penyaluran bantuan dari pemerintah untuk masyarakat yang saat ini sedang terdampak covid 19.

Verifikasi data ini dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat desa dan kelurahan, sampai ketingkat kecamatan dan kota.

Acara  verifikasi data bagi masyarakat calon penerima Bantuan Sosial Tunai (BLT) dampak covid 19 ini, dipantau langsung oleh Walikota Pariaman Genius Umar, didampingi juga oleh Inspektur, Kepala Dpmdes, Kepala Dinsos, Kepala Kominfo, Kepala Keuangan serta Kades/Lurah yang ada di kota pariaman.

Nurhamidah, Lurah dari Kelurahan Jalan Kereta Api menyebutkan, bahwa beliau sudah melakukan verifikasi dan validasi data secara serentak jauh hari sebelum covid 19 ini muncul di kota pariaman, setiap enam bulan sekali melalui Dinas social.

“Karena sekarang sedang ada kasus covid 19 dan bantuan masih banyak lagi  yang akan disalurkan, maka kami disuruh kembali untuk memverifikasi ulang data untuk masyarakat yang belum mendapatkan bantuan agar bantuan tersebut nantinya tepat sasaran”, tutur Lurah ini.

Jadi di kelurahan jalan kereta api, kami meminta kembali Kartu Keluarga (KK) seluruh warga tanpa membedakan status kaya dan miskinnya.

Sesuai dengan ketentuan pemerintah kota pariaman, mereka yang tidak mendapatkan BLT dari Dinas Sosial berikutnya adalah Penerima PKH, BPNT, TNI/Polri, PNS, Pensiunan, yang mempunyai pekerjaan tetap seperti Pegawai BUMD.

sementara data warga yang tidak masuk dalam kategori penerima bantuan sesuai dengan ketentuan tersebut, merekalah yang akan jadi prioritas penerima bantuan berikutnya sesuai dengan verifikasi data yang sudah dilakukan, sehingga tidak terjadi  tumpang tindih dan kecemburuan sosial diantara masyarakat yang terdampak covid 19 ini”, jelas Nurhamidah.

“Dengan adanya verifikasi data yang sudah kami lakukan ini, kami berharap masyarakat betul-betul memahaminya, dan tidak ada lagi masyarakat kami yang memang tidak mampu terabaikan, jadi kami betul-betul berusaha agar tujuan dari bantuan ini tercapai dan tidak adalagi masyarakat yang merasa dirugikan”, harapan Nurhamidah menutup wawancaranya dengan tim peliput media center kota pariaman. (Desi)